April 04, 2009

kuldesak part one

kadang aku sejenak berpikir lalu ku teringat akan dirinya yang telah kutinggal di belakang ku. ingin rasanya ku tarik paksa tangan itu agar terus menerus mengikuti jalan ku yang tertatih2. ingin rasanya menoleh buat sejenak mengetahui kabarnya lalu menyapanya atau juga memanggilnya hingga dia dapat segera berlari mengejar diriku yang semakin cepat berjalan tak terkendali. ingin rasanya merasakan apa yang dilakukannya di persimpangan sana. ingin rasanya bercanda dengan dia. sejenak menerawang langit malam2 yang bertabur bintang bersama dengannya. ingin rasanya berhenti menunggu dia disini hingga sampai waktu dia menghapiriku dan mengajakku untuk berjalan bersama. kadang rasa2 itu ingin ku tuliskan atau kubisikan atau juga kuteriakkan sekencang2nya pada semua orang. kalau aku begitu mencintainnya. ya aku mencintainnya dengan semua apa yang aku punya. aku menyukainnya dengan semua apa yang ada di alam sekitar. aku begitu mencintainnya. hingga hati ini terasa begitu sesak. terkadang aku binggung apakah aku harus menangis karena yang keluar hanyalah tawa. karena tangisku telah habis hanya tinggal air mata saja sebagai pertanda itu sedih. walaupun bibirku berbantuk sabit tapi air mata itu tetap jatuh sebagai pertanda aku begitu mencintainnya dan aku tak dapat mengingkari kalau aku telah berbohong untuk tidak mencintainnya. aku terkadang ingin muntah dengan perasaanku yang telah penuh akan dirinya. dia yang telah mengisi hari kemnjadi sesuatu yang indah. perasaan ini terus ku ingkari hingga rasanya dada ini sesak,dan badanku terasa mual. ingin berteriak. ingin menangis sekencang2nya.
dia begitu sempurna begitu membuatku tak dapat berkata hanya berkarya. dia yang membuat semua menjadi baik2 saja. dia yang begitu ingin ku peluk erat2. dia yang begitu bermakna.
sunny aku begitu mencintaimu apa adanya.
terima kasih buat cinta yang tak dapat kubawa lagi.

0 Bad or Beauty: